Tentang goSolat
Masalah pribadi. Solusi nyata.
Selama lockdown 2021, saya kesulitan fokus saat salat dan terus lupa hitungan rakaat. Ternyata saya tidak sendirian. Salat di rumah itu panjang, sunyi, dan mudah terdistraksi.
Itu mendorong saya bereksperimen dengan machine learning untuk menghitung rakaat secara otomatis: sensor gerak Apple Watch, ML berbasis gambar, data pergerakan. Prosesnya melelahkan. Tapi pertanyaan di baliknya sederhana:
Mengapa tidak ada aplikasi yang membantu Muslim melacak salat dengan lebih mudah?
ML bukan produknya. Itu hanya mengungkap masalah sebenarnya. Dan masalahnya bukan soal menghitung. Ini soal konsistensi.
Masalah
Kita banyak bicara soal utang uang. Masyarakat terus mengingatkan. Tapi salat yang tertinggal, yang kita berutang, jarang mendapat perhatian yang sama. Ia menumpuk diam-diam, dan kebanyakan orang tidak punya cara yang jelas untuk menghadapinya.
Aplikasi yang ada terlalu kompleks, memerlukan akun, atau tidak dirancang khusus untuk qada. Tidak ada yang membangun sesuatu yang fokus, privat, dan minim hambatan untuk masalah ini.
Bagaimana Perkembangannya
2021
Dimulai sebagai eksperimen ML saat lockdown. Sensor gerak, model gambar, penghitung rakaat. Saya juga mulai mengeksplorasi SwiftUI dan desain awal aplikasi. Teknologinya buntu. Masalah yang diungkapkannya tidak.
2023
Mulai membangun versi web. Tidak diluncurkan. Saya terus menunggu "momen yang tepat". Atau terdistraksi. Atau mungkin saya cuma ragu untuk mengeluarkannya.
2025
Akhirnya meluncurkan aplikasi web dengan GatsbyJS. Dibagikan di Threads. Sekitar 5.000 orang mengunjungi dalam sehari. Itu sudah cukup. Masalahnya nyata.
2026
Aplikasi iOS diluncurkan. 100.000 unduhan dalam 9 hari. Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei, sepenuhnya dari mulut ke mulut.
Privasi sebagai Keputusan Produk
Tidak ada data yang keluar dari perangkat Anda. Tidak perlu login. Tidak ada pelacakan. Ini bukan fitur, ini adalah batasan yang membentuk setiap keputusan. Orang-orang memperhatikan. Itu muncul dalam ulasan, masukan, dan cara mereka merekomendasikan aplikasi ini ke orang lain. Tradeoff-nya nyata: tidak ada sinkronisasi antara iOS dan web, visibilitas terbatas terhadap perilaku pengguna. Tapi untuk sesuatu yang sepersonal ini, kepercayaan lebih penting dari kenyamanan.
Yang Sudah Dibangun
Ini yang benar-benar dipakai orang:
- Pelacak qada: penghitung dan pengelola salat tertinggal yang proper
- Pelacak ibadah: Quran, Sedekah, dan amalan lain dalam satu tempat
- Penghitung rakaat menggunakan sensor perangkat, tanpa perlu mengetuk
- Manajer tidur: membantu menemukan pola di balik salat yang terlewat
- Mode haid: menyesuaikan pelacakan selama menstruasi
- Notifikasi kustom: pengingat yang sepenuhnya dipersonalisasi
- Widget layar kunci: akses zikir dan salat tanpa membuka aplikasi
- Refleksi dan tren: kemajuan tanpa tekanan streak
Ini masih dalam pengembangan. Saya cuma berusaha membangun sesuatu yang orang benar-benar pakai, dan terus pakai.
100k+
unduhan dalam 9 hari
~200
ulasan App Store
0
data dikumpulkan